• Jumat, 18 Mei 2012
Solo Keroncong Festival (SKF)

Musik Keroncong Tidak Kalah Dengan Musik Lainnya

Muh. Nurhendra - Timlo.net
Kamis, 17 Juni 2010 | 16:37 WIB
  • Share
Dok. Timlo.Net/Hendra
Ketua HAMKRI Solo Waljinah, duduk ditengah. Wakil Ketua Hamkri Solo Willy Tandio, serta dari pihak Pemerintah Kota Solo diwakili oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan. Saat Jumpa Pers.

Solo- Eksistensi Solo sebagai kota budaya, dan seni akan semakin diakui di dunia luar. Berbagai acara tentang budaya dan seni sering digelar dikota Solo ini. Salah satu even yang akan digelar pada bulan Juli mendatang adalah Solo Keroncong Festival (SKF). Acara SKF tersebut akan dilaksanakan pada tanggal 24-25 Juli 2010 di Ngarsopuro, dimulai pada pukul 18.00 WIB-selesai. SKF sendiri digelar atas kerjasama antara Pemerintah Kota Surakarta, dalam hal ini Dinas Pariwisata dan Kebudyaan Surakarta dan  Himpunan Artis Musik Keroncong Indonesia (HAMKRI) Solo.

Ketua HAMKRI Solo, Waldjinah mengatakan kenapa pihaknya memilih kawasan Ngarsopuro untuk pentas, karena pada jaman dahulu daerah tersebut sering digunakan untuk pentas tonil. Dahulu nama panggungnya adalah Sonoharsono. “Saya memilih lokasi tersebut, juga bisa dikatakan nostalgia semasa kecil saya dulu” tutur Waldjinah.

Sementara itu, SKF sendiri nantinya akan dihadiri oleh sekitar 24 kelompok keroncong. Tidak hanya dari dalam negeri saja, namun dari luar negeri juga ada.” Nanti akan ada group keroncong yang berasal dari Malaysia” jelas Waldjinah dalam jumpa pers di salah satu restoran di jalan Radjiman. Beberapa lainya berasal dari seluruh Indonesia seperti, Jakarta, Kalimantan Timur, Sumatra Selatan, Yogyakarta, Bandung.

Sedangkan Waljinah menambahkan, yang pentas nantinya adalah jenis keroncong asli, namun pihaknya tidak menutup kemungkinan jika ada keroncong yang sudah dimodifikasi. Seperti sudah ditambahkannya alat musik organ. Tujuan diadakannya acara SKF adalah, agar musik keroncong tidak kalah dengan musik yang lainnya, serta lebih mendekatkan musik keroncong dengan anak muda sekarang.

         

Berita Terkait

Komentar

  1. herman

    Saya kira, bukan masalah menang atau kalah karena setiap gaya pasti punya kekuatan musikal yang tersendiri dan…punya penonton tersendiri juga. Kita tidak bisa memaksa semua orang untuk seneng dengan keroncong, begitu juga kita tidak bisa memaksa mereka untuk seneng dangdut, rock, jaz , gamelan dan lain-lainnya. Piliahan Itu atas cita rasa pilihan mereka yang sifatnya sangat subyektif, yang penting teruskan berkarya dan juga ciptakan lagu-lagu baru yg mungkin dpt memenuhi cita rasa kekinian.

  2. herman

    Saya kira, bukan masalah menang atau kalah karena setiap gaya pasti punya kekuatan musikal yang tersendiri dan…punya penonton tersendiri juga. Kita tidak bisa memaksa semua orang untuk seneng dengan keroncong, begitu juga kita tidak bisa memaksa mereka untuk seneng dangdut, rock, jaz , gamelan dan lain-lainnya. Piliahan Itu atas cita rasa pilihan mereka yang sifatnya sangat subyektif, yang penting teruskan berkarya dan juga ciptakan lagu-lagu baru yg mungkin dpt memenuhi cita rasa kekinian.

  3. tanti

    Aku nonton acaranya…. seru bgt!! minta dong liputan penyanyi cilik Kartika Wiratmo. Berbakat, berani, & cantik deh…… anak SD sudah bisa nyanyi keroncong!!! Bravo

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*


*

 

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

iklan innity

google adsense

Minicaster Radio Playhead

To listen you must install Flash Player. Visit Draftlight Networks for more info.

iklan JS 300×125