Pagelaran Wayang Orang Kelimosodo Murco
Solo - Wayang Orang Sriwedari Surakarta kembali menggelar pertunjukan. Dalam episode kali ini menampilkan kisah dengan lakon “Kelimosodo Murco”(23/11). Pertunjukan ini berkisah tentang sosok Petruk dalam Punakawan yang penasaran untuk mencoba kesaktian sebuah jamus atau jimat yang bernama “Jamus Kalimosodo” dan berubah menjadi Ratu, yang konon dapat membuat rakyat makmur dan sejahtera..
Kisah awal dalam cerita ini adalah Priyambodo yang lengah karena mengincar jimat lain yang lebih sakti jika dibandingkan dengan jimat Kelimosodo. Kemudian pada saat jimat Kelimosodo dibiarkan begitu saja oleh Priyambodo, Petruk mengetahuinya. Karena penasaran dengan keampuhan jimat tersebut, maka digunakanlah oleh Petruk, dan jadilah perubahan wujud petruk yang berubah menjadi seorang raja yang begitu disegani oleh rakyat.
Perubahan wujud Petruk membuat rakyat menjadi segan dan hormat. Akan tetapi, apa yang diperbuat oleh Petruk diketahui oleh saudara lainnya di Punakawan, yakni Gareng atas perintah Prabu Kresna. Gareng mengetahui ketika Raja itu kembali menjadi Petruk yang merupakan wujud aslinya. Dan seluruh rakyat juga mengetahuinya.
Ada sedikit amanat yang bisa disampaikan dalam kisah ini, yaitu bahwa, segala kemudahan, kenikmatan dunia, gelar atau derajat yang tinggi tidak datang dengan begitu saja, seperti apa yang dialami oleh Petruk. Dibutuhkan rasa kesabaran, perbuatan mulia, dan kerendahan hati. Sehingga rakyat memang tahu dan mengerti sifat dan sikap nyata para pemimpinnya.
Pertunjukan ini merupakan lanjutan dari rangkaian pagelaran Wayang Orang Sriwedari yang rutin setiap malam ditampilkan terkecuali hari minggu.
Berita Terkait
Komentar
Tinggalkan Balasan
Berita Terkini
- Bisnis Perumahan di Solo Kian Ramai
- Piye Iki! Ikut Rekam E-KTP, Warga H...
- Sruti Respati dan Puteri Indonesia ...
- Kerabat Keraton Pertanyakan Hasil R...
- Ibu Muda Jual Sabu-sabu Ditangkap d...
- LUIS Minta Densus 88 Perbaiki Tekni...
- UPTPK Sragen Belum Punya Kendaraan ...
- Aneh, Ular Piton Ini Kerap Menangis...
- Museum Samanhudi Diresmikan
- 3% Pelaku Ekonomi Adalah Konglomera...
- Napak Budaya Samanhudi, Puluhan Gun...
- Amir Ambyah: Banyak Koperasi di Sra...
- Libur Panjang, Terminal Wonogiri Se...
- 19 Mei, AkBer Solo Rayakan Ultah Pe...
- Pendaftar SMP RSBI Solo Membludak
Berita Terpopuler
- Selama di Jakarta, Jokowi Pilih...
- Kecelakaan Beruntun di Gembongan
- Akhirnya, Raja Kembar Solo Berdamai
- Foto Rekonsiliasi Dua Raja Beredar
- "Tukang Plat" Diberondong Tembakan
- Lha Ini, Akibat Merokok Sambil...
- Kecelakaan di Satelit Ngemplak, 1...
- 2 Raja Damai, Tedjowulan Pilih Jadi...
- Dua Raja Keraton Surakarta Bersatu


SMKN 2 Wonogiri Serius Rakit Truk M...
Purwantoro Masih Mengandalkan Indus...
Sendang Sinangka Saksi Bisu Perjuan...
Potret Wonogiri Terekam Dalam Pamer...
Pameran Produk Unggulan Wonogiri Di...
Kenakan Beskap, Bupati Wonogiri Lan...
Pangeran Sambernyowo Bagi Wonogiri ...
Kok ga dijelasin bahwa makna dari Jemus Kalimasodo itu merupakan sarana yang dibutuhkan seseorang untuk menjadi seseorang pemimpin
namanya juga pusaka, pasti memiliki makna