Tampilkan Sekilas Tentang Panggih Temanten Agung
Solo – Panggih temanten merupakan rangkaian upacara adat Jawa yang lazimnya diadakan di rumah pengantin putri. Tapi kali ini sedikit berbeda, karena diadakan saat Keraton Art Festival yang di selenggarakan di Siti Hinggil Keraton Surakarta Hadiningrat.
Tentunya ini hanya merupakan peragaan yang dilakukan sebagai salah satu rangkaiaan acara Keraton Festival Art 2010, untuk memberi pengetahuan kepada masyarakat agar tahu dan mengerti tentang tuntunan upacara panggih itu sendiri, menurut KRMH Satryo Hadinagoro bahwa ”Dengan adanya peragaan seperti ini tentunya masyarakat bisa melihat dan menjadi tahu tentang apa itu 'Panggih' dan seperti apa 'Panggih' yang benar dan apa filosofi yang terkandung didalamnya,” ungkapnya kepada Timlo.net saat dijumpai di sela-sela acara (10/7).
Saat itu tidak hanya prosesi panggih saja yang diperagakan, namun juga peragaan perias pengantin putri saat dirias oleh perias, serta suguhan cara penggunaan beskap yang benar oleh pengantin laki-laki juga menjadi tontonan yang unik untuk disaksikan.
Panggih temanten dimulai dengan upacara pasrah sanggan. Ini adalah prosesi dimana wakil ibu dari mempelai pengantin laki-laki menyerahkan tebusan pisang sanggan kepada Ibunda mempelai perempuan. Pisang Sanggan ini adalah syarat utama sebelum upacara panggih dimulai. Prosesi selanjutnya, para mempelai berjalan pelan-pelan diiringi gamelan, pisang sanggan diserahkan ke ibu pengantin perempuan kemudian tukar menukar manuk-manukan dan kembar mayang, lalu para pengantin melakukan prosesi balangan (lempar-lemparan) dengan jarak kira-kira 3 meteran, sepasang pengantin saling melempar beberapa lembar daun sirih.
Kemudian dilanjutkan dengan prosesi wiji dadi atau injak telur, pengantin laki-laki menginjak telur dengan kaki kanan dan pengantin perempuan mencuci kaki tersebut dengan air bunga, ini mengisyaratkan tanda bakti seorang isteri kepada suami, serta kesiapan seorang suami untuk menjadi kepala keluarga yang bertanggung jawab. Seperti itulah sekilas tentang prosesi 'Panggih Temanten Agung' yang disajikan dalam gelaran Keraton Art Festival.
Berita Terkait
Komentar
Tinggalkan Balasan
Berita Terkini
- Bisnis Perumahan di Solo Kian Ramai
- Piye Iki! Ikut Rekam E-KTP, Warga H...
- Sruti Respati dan Puteri Indonesia ...
- Kerabat Keraton Pertanyakan Hasil R...
- Ibu Muda Jual Sabu-sabu Ditangkap d...
- LUIS Minta Densus 88 Perbaiki Tekni...
- UPTPK Sragen Belum Punya Kendaraan ...
- Aneh, Ular Piton Ini Kerap Menangis...
- Museum Samanhudi Diresmikan
- 3% Pelaku Ekonomi Adalah Konglomera...
- Napak Budaya Samanhudi, Puluhan Gun...
- Amir Ambyah: Banyak Koperasi di Sra...
- Libur Panjang, Terminal Wonogiri Se...
- 19 Mei, AkBer Solo Rayakan Ultah Pe...
- Pendaftar SMP RSBI Solo Membludak
Berita Terpopuler
- Selama di Jakarta, Jokowi Pilih...
- Kecelakaan Beruntun di Gembongan
- Akhirnya, Raja Kembar Solo Berdamai
- Foto Rekonsiliasi Dua Raja Beredar
- "Tukang Plat" Diberondong Tembakan
- Lha Ini, Akibat Merokok Sambil...
- Kecelakaan di Satelit Ngemplak, 1...
- 2 Raja Damai, Tedjowulan Pilih Jadi...
- Dua Raja Keraton Surakarta Bersatu


SMKN 2 Wonogiri Serius Rakit Truk M...
Purwantoro Masih Mengandalkan Indus...
Sendang Sinangka Saksi Bisu Perjuan...
Potret Wonogiri Terekam Dalam Pamer...
Pameran Produk Unggulan Wonogiri Di...
Kenakan Beskap, Bupati Wonogiri Lan...
Pangeran Sambernyowo Bagi Wonogiri ...
sangat tekesan dengan budaya Solo yang masih banyak yang belum diketahui masyarakat Solo khususnya dan seluruh dunia pada umumnya..
Dalam http://www.sologue.com kategori promo (Belanja/Keris) terdapat usaha Pengrajin Pendok Keris,,bagi yang suka koleksi Keris tetapi ingin mendapatkan pendok Keris yang lebih indah lagi dapat menghubungi 081 393 199 088 (bp.Woko)..
samengat buat pemberitaan Timlo.Net,,sologue mendukungmu..
Gbu..
Aho-owner sologue.com