Bingkai Bangkai, Ajak Sikapi Persepsi
Solo – Pada perhelatan Solo International Performing Art (SIPA) yang digelar kemarin malam (18/7/2010). Menampilkan sebuah sajian teater kontemporer garapan Teater Payung Hitam Bandung. Teater ini menyajikan sebuah karya yeng berjudul “Bingkai Bangkai”. Karya yang mereka bawakan memang terdengar cukup menyeramkan apalagi dengan pada saat pentas efek suara dan penggambaran tokoh yang memperlihatkan manusia tanpa kepala menjadikan suasana menjadi horor.
Rusli Keeleng selaku Assisten Sutradara sekaligus pemain, mengatakan bahwa karya yang dibawakan tersebut mengungkap bagaimana kita menyikapi sebuah persepsi yang ada di kepala. “Penggambarannya seperti ini, jika kita mendengar lagu genjer-genjer, langsung yang kita sasar adalah perbuatan keji PKI, padahal lagu genjer-genjer sendiri jika ditelaah tidak ada hubungannya dengan PKI”, terangnya kepada Timlo.net.
Ia menambahkan kadang kala jika manusia dihadapkan pada suatu peristiwa yang didalamnya mengandung nilai pahit, mereka akan langsung merasa takut atau menghilangkan hal tersebut. “Saya ingin menghilangkan bentuk-bentuk pola pikir seperti itu, harusnya masyarakat jauh lebih bisa berpikir optimis, jauh lebih arif, dan bijak”, lanjutnya.
Dalam karya “Bingkai Bangkai” sendiri tergambar lima orang dalam panggung, kelima orang tersebut adalah seorang kakek, ayah, anak, ibu, serta tokoh antagonis. Yang menarik tokoh antagonis dalam pementasan mereka digambarkan sebagai sesosok manusia tak berkepala. “Kenapa ada tokoh anak, ayah, kakek, ini merupakan suatu symbol regenerasi. Anak ada karena adannya ayah, ayah ada karena adanya kakek”, katanya.
Berita Terkait
Berita Terkini
- Bisnis Perumahan di Solo Kian Ramai
- Piye Iki! Ikut Rekam E-KTP, Warga H...
- Sruti Respati dan Puteri Indonesia ...
- Kerabat Keraton Pertanyakan Hasil R...
- Ibu Muda Jual Sabu-sabu Ditangkap d...
- LUIS Minta Densus 88 Perbaiki Tekni...
- UPTPK Sragen Belum Punya Kendaraan ...
- Aneh, Ular Piton Ini Kerap Menangis...
- Museum Samanhudi Diresmikan
- 3% Pelaku Ekonomi Adalah Konglomera...
- Napak Budaya Samanhudi, Puluhan Gun...
- Amir Ambyah: Banyak Koperasi di Sra...
- Libur Panjang, Terminal Wonogiri Se...
- 19 Mei, AkBer Solo Rayakan Ultah Pe...
- Pendaftar SMP RSBI Solo Membludak
Berita Terpopuler
- Selama di Jakarta, Jokowi Pilih...
- Kecelakaan Beruntun di Gembongan
- Akhirnya, Raja Kembar Solo Berdamai
- Foto Rekonsiliasi Dua Raja Beredar
- "Tukang Plat" Diberondong Tembakan
- Lha Ini, Akibat Merokok Sambil...
- Kecelakaan di Satelit Ngemplak, 1...
- 2 Raja Damai, Tedjowulan Pilih Jadi...
- Dua Raja Keraton Surakarta Bersatu


SMKN 2 Wonogiri Serius Rakit Truk M...
Purwantoro Masih Mengandalkan Indus...
Sendang Sinangka Saksi Bisu Perjuan...
Potret Wonogiri Terekam Dalam Pamer...
Pameran Produk Unggulan Wonogiri Di...
Kenakan Beskap, Bupati Wonogiri Lan...
Pangeran Sambernyowo Bagi Wonogiri ...