Berita Terkini
- RSUD Surakarta Akan Lengkapi Kawasan…
- Truk Non Sembako Ngeyel Akan Ditilang…
- Pemudik Wajib Waspadai Pembiusan…
- Kantor Pelayanan Pemkot Tetap…
- Jadwal Realisasi DAK Dikhawatirkan…
- Taman Disperindag Awal Dari Kawasan…
- Walikota Sidak Pembangunan Taman…
- Susun Kliping gaya Anak Kampung…
- Jelang Lebaran, SMKN 4 Kebanjiran…
- H-4 Lebaran Pasar Masih Sepi
Berita Terpopuler
- Walikota Turut Mencoba BST
- Capai Kecerdasan Maksimal, Tujuan…
- Tunjangan Provinsi Guru WB Segera…
- Melepas Penat di Villa Park Banjarsari…
- Alunan Merdu Bengawan Solo Versi…
- Gereja Katolik Kecam Aksi Pembakaran…
- Pembuktian Aksi Blindreading GMC…
- Gerbong Khusus Wanita di Prameks…
- Hujan Gerimis Kirab Tumpeng Sewu…
- DAOP VI Lakukan Pengecekan dan…
10 Pasang Calon PPS Lanjut ke Final
Solo – Suasana menegangkan menyelimuti pendapa rumah dinas Wakil Walikota. Pengumuman Finalis PPS kemarin diumumkan didepan ke 15 besar PPS yang ddampingi oleh para orang tua ataupun walinya. Sebuah prosesi menyambut terpilihnya 10 pasang yang melaju ke babak final pemilihan Putra-Putri Solo 2010.
Tawa, tangisan, bersalam-salaman satu sama lain bahkan memeluk menjadi warna yang menyelimuti seisi pendapa rumah dinas Wakil Walikota. Para calon PPS ini terharu tidak menyangka bahwa mereka akan terpilih menjadi generasi selanjutnya dalam pemelihan putra-putri Solo.
Kesepuluh pasang calon PPS yang melaju ke babak final adalah Cintia Reztuary Putri, Elisabeth Yuniar, Happy Hernita PS, Irvinna Mutiara M, Maharani Luthvinda, Melisa Ratna K, Monica Dyah P, Rachel Georghea, Tetri Nur Pangastuti, Viddya Putri P, Ardian Kusuma, Binandra Ruliant Pradhipta, D. Aulia Sandi Rimba, Gerry Febrian, Hanifan Fuadi Fathul Mubin, Ignatius Adi Sunartama, Naim Rafinda, Pramana Galih S, Roni Sutanto, Yudhistira Irsham.
Menurut Ketua PPS 2010, Febri Hapsari Dipokusumo, sistem penilaian yang dilakukan jauh lebih rumit mengingat ada beberapa materi baru yang ada. Namun melihat pada para calon PPS ini, penguasaan bahasa jawa tampaknya masih kurang menonjol. “Pada intinya mereka bisa bahasa jawa dan nulis jawa. Namun dalam penggunaannya mereka masih kurang mampu. Namun dibalik itu ada sebuah penilaian yang lebih menentukan yakni sikap cekatan, tanggap dan tidak acuh tak acuh juga menjadi acuan dalam penilaian”, terangnya kepada Timlo.net
Sementara itu pada malam final yang akan digelar di Ngarsopuro pada tanggal 29 Juli 2010 mendatang, akan disediakan tiket yang bisa diambil di dinas pariwisata. “Penyelenggaraan PPS tahun ini tiketnya memang gratis, namun untuk masuk harus ada tiket yang bisa diambil di Dinas Pariwisata”, imbuhnya.
Dilaporkan oleh Bram/Timlo.netFoto Terkait
Berita Terkait
Komentar Anda
26/07/2010
27/07/2010
27/07/2010
28/07/2010
28/07/2010
28/07/2010

Tulis Komentar