Biarkan Keroncong Berkembang
Solo – Keroncong saat ini mulai digemari remaja, hal ini terbukti dengan beberapa penampilan di Solo Keroncong Festival (SKF) 2010 yang menyajikan penampilan OK yang beranggotakan muda-mudi. Seperti layaknya OK. Parker Percussion dan OK Tengkorak Hitam. Kedua OK keroncong tersebut menyajikan sebuah garapan keroncong alternatif yang diharapkan mampu lebih bisa didengar anak muda.
“Keroncong yang dimainkan oleh para senior-senior kita memang sangat bagus, tapi sayang kadang ketika anak muda mendengarkan musik tersebut cenderung ngantuk dan enggan mendengarkan, untuk itu perlu pembaharauan didalam keroncong agar tetap bisa berkembang dan masuk dalam jiwa pemuda sekarang”, terang Nafi”ur Rofi Koordinator OK. Tengkorak Hitam.
OK. Tengkorak Hitam (Surabaya) sendiri adalah gabungan dari para mahasiswa dan para anak muda yang ingin mencoba melestarikan musik keroncong dengan memadukan dengan aransemen yang baru. “Pada intinya kami memainkan alat musik yang sama seperti yang dimainkan pada keroncong classic, namun yang yang membedakan adalah garapan arransemen kami yang lebih mengarah ke jazz, blues, reggae, dan rock. Intinya alat musik sama namun hasil yang dikeluarkan berbeda”, terangnya.
Sama halnya dengan OK. Tengkorak Hitam, OK. Parker Percussion adalah sebuah komunitas keroncong yang juga cukup unik, Keroncong ini memadukan alunan keroncong dengan rancaknya musik perkusi. Menurut Asty Dewi, salah satu personil OK. Parker Percussion yang juga merupakan cucu dari Eyang Gesang, OK keroncong ini sengaja dibuat agar anak muda juga semakin menyukai keroncong. “Seperti pesan eyang Gesang, yang mengatakan untuk tetap melestarikan musik keroncong apapun wujudnya”, tandasnya.
Adanya perkembangan dalam musik Keroncong juga diamini oleh salah satu pentolan OK. Cyber bernama Adi B. Wiratma. Menurutnya keroncong bukan hanya dilestarikan namun juga butuh untuk dikembangkan dan dihidupkan. “Salah satu cara melestarikan musik keroncong adalah dengan melihatnya berkembang sehingga lebih bisa ditangkap oleh para anak muda”, jelasnya.
Sementara itu musisi sekaligus budayawan yang sudah tidak asing lagi yakni, Djaduk Ferianto mengatakan bahwa perkembangan musik keroncong dengan model anak muda yang dipadukan dengan unsur band adalah hal yang wajar. “Dari dahulu keroncong itu selalu berkembang, maka saya akan sangat tegas mengatakan bahwa jika ada orang yang bilang musik keroncong sekarang sudah tidak sesuai pakem, maka orang itu sama sekali tidak mengetahui musik keroncong”, terangnya kepada Timlo.net.
Berita Terkait
Berita Terkini
- Amankan Libur Panjang, Polresta Sol...
- Liburan, Lalu Lintas di Klaten Pada...
- Bisnis Perumahan di Solo Kian Ramai
- Piye Iki! Ikut Rekam E-KTP, Warga H...
- Sruti Respati dan Puteri Indonesia ...
- Kerabat Keraton Pertanyakan Hasil R...
- Ibu Muda Jual Sabu-sabu Ditangkap d...
- LUIS Minta Densus 88 Perbaiki Tekni...
- UPTPK Sragen Belum Punya Kendaraan ...
- Aneh, Ular Piton Ini Kerap Menangis...
- Museum Samanhudi Diresmikan
- 3% Pelaku Ekonomi Adalah Konglomera...
- Napak Budaya Samanhudi, Puluhan Gun...
- Amir Ambyah: Banyak Koperasi di Sra...
- Libur Panjang, Terminal Wonogiri Se...
Berita Terpopuler
- Selama di Jakarta, Jokowi Pilih...
- Kecelakaan Beruntun di Gembongan
- Akhirnya, Raja Kembar Solo Berdamai
- Foto Rekonsiliasi Dua Raja Beredar
- "Tukang Plat" Diberondong Tembakan
- Lha Ini, Akibat Merokok Sambil...
- Kecelakaan di Satelit Ngemplak, 1...
- 2 Raja Damai, Tedjowulan Pilih Jadi...
- Dua Raja Keraton Surakarta Bersatu


SMKN 2 Wonogiri Serius Rakit Truk M...
Purwantoro Masih Mengandalkan Indus...
Sendang Sinangka Saksi Bisu Perjuan...
Potret Wonogiri Terekam Dalam Pamer...
Pameran Produk Unggulan Wonogiri Di...
Kenakan Beskap, Bupati Wonogiri Lan...
Pangeran Sambernyowo Bagi Wonogiri ...