Berita Terkini
- RSUD Surakarta Akan Lengkapi Kawasan…
- Truk Non Sembako Ngeyel Akan Ditilang…
- Pemudik Wajib Waspadai Pembiusan…
- Kantor Pelayanan Pemkot Tetap…
- Jadwal Realisasi DAK Dikhawatirkan…
- Taman Disperindag Awal Dari Kawasan…
- Walikota Sidak Pembangunan Taman…
- Susun Kliping gaya Anak Kampung…
- Jelang Lebaran, SMKN 4 Kebanjiran…
- H-4 Lebaran Pasar Masih Sepi
Berita Terpopuler
- Walikota Turut Mencoba BST
- Capai Kecerdasan Maksimal, Tujuan…
- Tunjangan Provinsi Guru WB Segera…
- Melepas Penat di Villa Park Banjarsari…
- Alunan Merdu Bengawan Solo Versi…
- Gereja Katolik Kecam Aksi Pembakaran…
- Pembuktian Aksi Blindreading GMC…
- Gerbong Khusus Wanita di Prameks…
- Hujan Gerimis Kirab Tumpeng Sewu…
- DAOP VI Lakukan Pengecekan dan…
Djaduk : Jokowi Jangan Takut Deklarasikan Solo Sebagai Ibukota Keroncong
Solo - Kota Solo sudah layak disebut sebagai Ibukota Musik Keroncong. Hal tersebut disampaikan musisi dan budayawan kondang Djaduk Ferianto dalam perhelatan Solo Keroncong Festival (SKF) 2010, yang digelar di Ngarsopuro kemarin, (25/7/2010). Menurutnya banyak parameter yang bisa menunjukkan bahwa kota Solo layak menyandang sebagai Ibukota Keroncong.
“Karakteristik Solo ini sangat melekat dengan keroncong. Semangat wong Solo terhadap keroncong sudah melebur dalam berbagai aspek, sehingga bisa dilihat bahwa musik keroncong bukan hanya sebuah repertoar yang disajikan semata namun merambah pada kehidupan sosial masyarakat”, terang Djaduk disela-sela perhelatan SKF 2010 di Ngarsopuro, (25/7/2010). Ia menambahkan keroncong sudah menjadi bagian dan tatanan budaya masyarakat Solo.
“Tidak usah terlalu banyak bilang parameter yang menyebutkan kota Solo sebagai Ibukota Keroncong, parameter itu seperti halnya dosen bicara tentang sebuah definisi. Maka dari itu melihat realita dan perkembangan musik keroncong di Solo ini sudah dapat digambarkan bahwa Solo layak disebut sebagai Ibukota Keroncong”, tandasnya.
Djaduk juga mengharapkan kepada pemerintah untuk segera merealisasikan wacana tersebut menjadi sebuah kenyataan. “Jangan hanya jadi wacana saja, segeralah dideklarasikan. Saya harap Walikota Solo bapak Jokowi tidak ragu-ragu untuk mendeklarasikan Solo sebagai kota keroncong”, terangnya.
Even Solo Keroncong Festival ini menurut Djaduk menjadi sebuah momentum awal untuk menjadikan Solo sebagai Ibukota keroncong. “Even ini luar biasa, karena tentu saja keroncong sudah menjadi ikon kota Solo sejak lama, seperti halnya ikon-ikon lain di kota Solo ini. Saya berharap pak Jokowi tidak takut untuk segera merealisasikannya”, tandasnya.
Sementara itu Djaduk Ferianto yang tampil bersama OK. Sinten Remen dalam SKF 2010, menyajikan sebuah garapan musik yang unik, lagu-lagu dolanan anak digubah sedemikian rupa menjadi bentuk sindiran terhadap situasi memprihatinkan yang terjadi di Indonesia.
Dilaporkan oleh Bram/Timlo.netFoto Terkait
Berita Terkait
Komentar Anda
26/07/2010
26/07/2010
26/07/2010
27/07/2010
28/07/2010
28/07/2010

Tulis Komentar