Djaduk : Jokowi Jangan Takut Deklarasikan Solo Sebagai Ibukota Keroncong
Solo – Kota Solo sudah layak disebut sebagai Ibukota Musik Keroncong. Hal tersebut disampaikan musisi dan budayawan kondang Djaduk Ferianto dalam perhelatan Solo Keroncong Festival (SKF) 2010, yang digelar di Ngarsopuro kemarin, (25/7/2010). Menurutnya banyak parameter yang bisa menunjukkan bahwa kota Solo layak menyandang sebagai Ibukota Keroncong.
“Karakteristik Solo ini sangat melekat dengan keroncong. Semangat wong Solo terhadap keroncong sudah melebur dalam berbagai aspek, sehingga bisa dilihat bahwa musik keroncong bukan hanya sebuah repertoar yang disajikan semata namun merambah pada kehidupan sosial masyarakat”, terang Djaduk disela-sela perhelatan SKF 2010 di Ngarsopuro, (25/7/2010). Ia menambahkan keroncong sudah menjadi bagian dan tatanan budaya masyarakat Solo.
“Tidak usah terlalu banyak bilang parameter yang menyebutkan kota Solo sebagai Ibukota Keroncong, parameter itu seperti halnya dosen bicara tentang sebuah definisi. Maka dari itu melihat realita dan perkembangan musik keroncong di Solo ini sudah dapat digambarkan bahwa Solo layak disebut sebagai Ibukota Keroncong”, tandasnya.
Djaduk juga mengharapkan kepada pemerintah untuk segera merealisasikan wacana tersebut menjadi sebuah kenyataan. “Jangan hanya jadi wacana saja, segeralah dideklarasikan. Saya harap Walikota Solo bapak Jokowi tidak ragu-ragu untuk mendeklarasikan Solo sebagai kota keroncong”, terangnya.
Even Solo Keroncong Festival ini menurut Djaduk menjadi sebuah momentum awal untuk menjadikan Solo sebagai Ibukota keroncong. “Even ini luar biasa, karena tentu saja keroncong sudah menjadi ikon kota Solo sejak lama, seperti halnya ikon-ikon lain di kota Solo ini. Saya berharap pak Jokowi tidak takut untuk segera merealisasikannya”, tandasnya.
Sementara itu Djaduk Ferianto yang tampil bersama OK. Sinten Remen dalam SKF 2010, menyajikan sebuah garapan musik yang unik, lagu-lagu dolanan anak digubah sedemikian rupa menjadi bentuk sindiran terhadap situasi memprihatinkan yang terjadi di Indonesia.
Berita Terkait
Komentar
Tinggalkan Balasan
Berita Terkini
- Amankan Libur Panjang, Polresta Sol...
- Liburan, Lalu Lintas di Klaten Pada...
- Bisnis Perumahan di Solo Kian Ramai
- Piye Iki! Ikut Rekam E-KTP, Warga H...
- Sruti Respati dan Puteri Indonesia ...
- Kerabat Keraton Pertanyakan Hasil R...
- Ibu Muda Jual Sabu-sabu Ditangkap d...
- LUIS Minta Densus 88 Perbaiki Tekni...
- UPTPK Sragen Belum Punya Kendaraan ...
- Aneh, Ular Piton Ini Kerap Menangis...
- Museum Samanhudi Diresmikan
- 3% Pelaku Ekonomi Adalah Konglomera...
- Napak Budaya Samanhudi, Puluhan Gun...
- Amir Ambyah: Banyak Koperasi di Sra...
- Libur Panjang, Terminal Wonogiri Se...
Berita Terpopuler
- Selama di Jakarta, Jokowi Pilih...
- Kecelakaan Beruntun di Gembongan
- Akhirnya, Raja Kembar Solo Berdamai
- Foto Rekonsiliasi Dua Raja Beredar
- "Tukang Plat" Diberondong Tembakan
- Lha Ini, Akibat Merokok Sambil...
- Kecelakaan di Satelit Ngemplak, 1...
- 2 Raja Damai, Tedjowulan Pilih Jadi...
- Dua Raja Keraton Surakarta Bersatu


SMKN 2 Wonogiri Serius Rakit Truk M...
Purwantoro Masih Mengandalkan Indus...
Sendang Sinangka Saksi Bisu Perjuan...
Potret Wonogiri Terekam Dalam Pamer...
Pameran Produk Unggulan Wonogiri Di...
Kenakan Beskap, Bupati Wonogiri Lan...
Pangeran Sambernyowo Bagi Wonogiri ...
betul sekali, NUNGGU APA LAGI?
Kang Jadug ki aja nambah-nambahi berguden neng Solo, ya! Solo ki wis kakehan label ning ora ana sing cementhel neng uripe wong Solo. Teorimu ya mung bener neng ndhuwur dluwang. Kuwi mengko ora wurung mung arep ngguwangi dhuwit sing ora temanja neng uripe masyarakat. Solo lagi akeh wong mbambung aja mbok bombong!
mas djaduk, bermain dengan baik, seorang yang multi talenta, terimakasih telah tampil di solo
Saya setuju sekaleee. Th 2008 lalu di Solo International Keroncong Festoval, juga sudah dideklarasikan bahwa keraton ( Mangkunegaran atau Kasunanan ya?) menjadi 'Singgasana Maya' bagi keroncong internasional
Jadi kalau sekarang Solo mau jadi kota keroncong ya jelas tepat sekal.
Sebagai orang bukan dari Solo, sy melihat betapa wong Solo sgt keroncong mindeed. Semua org (termasuk tukang beca yg datang dengan becaknya, bapak-2 yg dg sepeda) sudah bisa menilai mana orkes, penyanyi yg bagus dan tidak
saya secara pribadi sangat mendukung musik keroncong & saya setuju kuto solo menjadi ibu kota keroncong & berharap musik keroncong terus berkembang
kembalikan ke rakyat dan masyarakat saja, maunya seperti apa.