Ketika Wanita Ingin Dicintai dan Mencintai Tanpa Harus Menyakiti
Solo – Malam ini di berlangsung di Taman Budaya Jawa Tengah, Gelar tari tradisi menampilkan Tepian Batas sebagai salah satu persembahan tarinya.Tarian Dari koreografer Rahma Putri Paramita ini mengisahkan tentang perjalanan hidup dan cinta seorang wanita.
Ketika cinta dihadapkan pada tanggung jawab dan harga diri layaknya kisah cinta, Amba dan Bisma memberikan berbagai pandangan melalui pengalaman hidup Amba sebagai wanita, lewat kisah yang mengangkat kenyataan hidup Amba ketika harus dihadapkan dengan perasaan dan kenyataan ketika ia harus memperjuangkan cinta diantara kehidupan pribadi status sosial dan masa depannya. Inilah kisah yang terjadi dalam kehidupan Amba.
"Melalui cerita ini saya berharap dapat menyampaikan pesan tentang perasaan wanita pada umumnya ketika wanita ingin dicintai dan mencintai tanpa harus menyakiti", ungkap koreografer dalam sinopsis cerita
Tarian tepian batas ini dibawakan oleh dua orang penari, pentas begitu menyita perhatian para penonton yang hadir begitu kagum terbawa jalan cerita tari itu.
Menurut Surya, salah seorang penonton yang berasal dari Palur menjelaskan bahwa "Tariannya ceritanya bagus ditambah menggunakan aransemen wayang sangat menarik perhatian”, ungkap lelaki separuh baya itu kepada Timlo.net seusai acara selesai.
Berita Terkait
Berita Terkini
- Masa Pensiun Pengawas Sekolah 56 Ta...
- Kirab Barongsai Rayakan Cap Go Meh
- Kliwonan, Pasar Kambing Khas Giriwo...
- 2013, Jam Kerja Pengawas Sekolah Di...
- Pertanian di Sragen Hadapi Sembilan...
- 36 Kandang Ayam di Sukoharjo Dimoni...
- Menyulap Kerasnya Batu Menjadi Rupi...
- Paski Jateng Ingin Orbitkan Komedia...
- Bupati Wonogiri Diminta Lebih Pro-R...
- PAD Sektor Tambang Diprediksi Naik ...
- 23 Pebruari, PNS Solo Pakai Seragam...
- Ultah, Tarakanita Gelar Pengobatan ...
- Akhir 2012, Mojosongo Dibangun Rusu...
- Penyaluran Raskin Masih Gunakan Dat...
- Lama Kumpul Kebo, Akhirnya Bisa Res...
