• Jumat, 18 Mei 2012
Gelar  Tari Tradisi “Tepian Batas “

Ketika Wanita Ingin Dicintai dan Mencintai Tanpa Harus Menyakiti

Febriadi Usnawi - Timlo.net
Jumat, 30 Juli 2010 | 01:04 WIB
  • Share
Dok. Timlo.Net/Febri
Salah satu bagian cerita dalam tari

Solo – Malam ini di berlangsung di Taman Budaya Jawa Tengah, Gelar  tari tradisi menampilkan Tepian Batas sebagai salah satu persembahan tarinya.Tarian Dari koreografer Rahma Putri Paramita ini mengisahkan tentang perjalanan hidup dan cinta seorang wanita.

Ketika cinta dihadapkan pada tanggung jawab dan harga diri layaknya kisah cinta, Amba dan Bisma memberikan berbagai pandangan melalui pengalaman hidup Amba sebagai wanita, lewat kisah yang mengangkat kenyataan hidup Amba ketika harus dihadapkan dengan perasaan dan kenyataan ketika ia harus memperjuangkan cinta  diantara kehidupan pribadi status sosial dan masa depannya. Inilah kisah yang terjadi dalam kehidupan Amba.

"Melalui cerita ini saya berharap dapat menyampaikan pesan tentang perasaan wanita pada umumnya ketika wanita ingin dicintai dan mencintai tanpa harus menyakiti", ungkap koreografer dalam sinopsis cerita

Tarian tepian batas ini dibawakan oleh dua orang penari, pentas begitu menyita perhatian para penonton yang hadir begitu  kagum terbawa jalan cerita tari itu.

Menurut Surya, salah seorang penonton yang berasal dari Palur menjelaskan bahwa "Tariannya ceritanya bagus ditambah menggunakan aransemen wayang sangat menarik perhatian”, ungkap lelaki separuh baya itu kepada Timlo.net seusai acara selesai.

         

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*


*

 

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

iklan innity

google adsense

Minicaster Radio Playhead

To listen you must install Flash Player. Visit Draftlight Networks for more info.

iklan JS 300×125