Berita Terkini
- RSUD Surakarta Akan Lengkapi Kawasan…
- Truk Non Sembako Ngeyel Akan Ditilang…
- Pemudik Wajib Waspadai Pembiusan…
- Kantor Pelayanan Pemkot Tetap…
- Jadwal Realisasi DAK Dikhawatirkan…
- Taman Disperindag Awal Dari Kawasan…
- Walikota Sidak Pembangunan Taman…
- Susun Kliping gaya Anak Kampung…
- Jelang Lebaran, SMKN 4 Kebanjiran…
- H-4 Lebaran Pasar Masih Sepi
Berita Terpopuler
- Walikota Turut Mencoba BST
- Capai Kecerdasan Maksimal, Tujuan…
- Tunjangan Provinsi Guru WB Segera…
- Melepas Penat di Villa Park Banjarsari…
- Alunan Merdu Bengawan Solo Versi…
- Gereja Katolik Kecam Aksi Pembakaran…
- Pembuktian Aksi Blindreading GMC…
- Gerbong Khusus Wanita di Prameks…
- Hujan Gerimis Kirab Tumpeng Sewu…
- DAOP VI Lakukan Pengecekan dan…
Rachel Georgia Sentani, Sejak Kecil Bermimpi Jadi Puteri Solo
Solo – Rachel Georgia Sentani, pemenang Putri Solo 2010, sejak kecil memang telah bermimpi menjadi seorang Putri Solo. Setelah sekian tahun impiannya menerawang dalam benaknya, kemarin gadis yang masih duduk di bangku SMA tersebut merengkuh gelar Putri Solo, setelah menyisihkan pesaing lainya dalam grand final pemilihan Putra-Putri Solo 2010 yang digelar di Ngarsopuro.
Kemenangannya sebagai Putri Solo ini sungguh diluar dugaannya. Ia mengaku sangat senang dan bahagia bisa meraih gelar Puteri Solo tersebut. “Sewaktu gladi bersih saya dan Hanifan pernah memerankan sebagai juara PPS, dan siapa sangka hal tersebut menjadi kenyataan”, ujarnya.
Menurutnya keinginan awalnya menjadi Puteri Solo sudah muncul sejak ia duduk di bangku Sekolah Dasar. “Sejak saya duduk di bangku SD, saya sudah bermimpi menjadi puteri Solo. Dan ketika menginjak usia 16 tahun atau tepatnya ketika saya duduk di kelas 2 SMA, saya pernah mengungkapkan resolusi dalam permasalah wisata di kota Solo dengan menjadi puteri Solo. Sejak saat itu keinginan saya menjadi Puteri Solo semakin besar”, jelasnya kepada Timlo.net.
Namun saat itu diusianya yang baru berusia 16 tahun, keinginan Rachel harus tertunda pasalnya usianya belum memenuhi standar untuk ikut dalam pemilihan Putra-Putri Solo. “Waktu itu umur saya baru 16 tahun jadi belum bisa ikut. Dan sekarang umur saya 17 tahun dan tidak sangka saya berhasil keluar menjadi Puteri Solo 2010”, pungkasnya.
Anak pasangan dari Heru S. Notonegoro dan Iriani S. Notonegoro ini mengaku keberhasilan yang ia raih bukan karena mendompleng nama besar ayahnya. “Nama ayah saya tidak ada sangkut pautnya dengan kemenangan saya. Ini murni usaha saya sendiri. Kalaupun ada yang ngomong dibelakang tentang masalah itu saya cuek aja, toh kemenangan ini murni usaha saya”, ujarnya dihubungi via telpon.
Gadis belia yang masih tercatat sebagai siswa SMA N 1 Surakarta kelas 3 IPA 2 ini mengaku dalam peranannya sebagai puteri Solo kedepan ia akan jauh lebih mempromosikan pariwisata kota Solo. “Saya ini senang jalan-jalan. Dan saya akan memanfaatkan kesenangan saya untuk mempromosikan wisata yang ada di Solo”, jelasnya. Selain program tersebut, dalam waktu dekat ia juga akan menggelar aksi sosial yang akan digelar dalam rangka memperingati bulan puasa.
Baginya menjadi Puteri Solo bukanlah sebagai ajang tenar ataupun ajang kecantikan semata, ada beberapa proses seleksi dan tahap pembinaan yang telah dilalui. “Yang jelas menjadi Puteri Solo harus mempunyai tiga syarat yakni Brain, Beauty, Behaviour”, jelasnya.
Rachel yang bercita-cita menjadi dokter ini kedepan akan tetap memegang teguh tugasnya sebagai Puteri Solo walaupun saat ini ia masih duduk di bangku sekolah menengah. “Menjadi Puteri Solo sudah menjadi pilihan saya dan saya akan tetap berkomitmen, mulai dari sekarang saya akan mempersiapkan diri bahkan jika perlu saya akan mengundang guru privat agar pelajaran di sekolah tidak tertinggal”, katanya.
Dilaporkan oleh Bram/Timlo.netFoto Terkait
Berita Terkait
Komentar Anda
31/07/2010
31/07/2010

Tulis Komentar