Berita Terkini
- SBC Bakal ke Shanghai
- PPS Gelar Buka Bersama Dengan…
- Ingin Membatikkan Kota Solo
- Tidak Mengenal Batas
- Ketika Barang Bekas hingga Berkelas…
- Jasa Penukaran Uang Baru Belum…
- RSUD Surakarta Akan Lengkapi Kawasan…
- Truk Non Sembako Ngeyel Akan Ditilang…
- Pemudik Wajib Waspadai Pembiusan…
- Kantor Pelayanan Pemkot Tetap…
Berita Terpopuler
- Walikota Turut Mencoba BST
- Capai Kecerdasan Maksimal, Tujuan…
- Melepas Penat di Villa Park Banjarsari…
- Alunan Merdu Bengawan Solo Versi…
- Pembuktian Aksi Blindreading GMC…
- Gerbong Khusus Wanita di Prameks…
- Hujan Gerimis Kirab Tumpeng Sewu…
- DAOP VI Lakukan Pengecekan dan…
- Timlo.net Sebagai Mediasi Pertemuan…
- Pedagang Targetkan Omzet Naik…
Hari Ini GKS Gelar Lomba Baca Sajak Rendra
Solo – Hari ini komunitas Gedung Kesenian Solo (GKS) akan menggelar lomba membaca sajak bertajuk “Balada Sebatang Lisong”. Acara yang merupakan rangkaian acara peringatan 1 tahun meninggalnya penyair kondang WS Rendra yang digelar oleh Wisma Seni TBJT. Menurut Yoyok Aryo Seno ketua panitia lomba tersebut, kegiatan yang bakal digelar di bekas gedung Solo Theatre ini adalah satu rangkaian dengan yang digelar di Wisma Seni TBJT.
“Di Wisma Seni TBJT menggelar pameran dan performing arts, sedangkan di GKS akan menggelar lomba membaca sajak. Walaupun berbeda lokasi dan acara, lomba ini merupakan satu rangkaian dengan yang digelar di TBJT yang sama-sama mengambil tajuk “Balada Sebatang Lisong”, terangnya kepada Timlo.net ditemui di GKS. (30/7/2010).
Lomba membaca sajak tersebut dilatarbelakangi mandulnya para penyair yang ada di Solo. “Setelah Rendra wafat kami ingin kembali memunculkan generasi penerusnya. Seperti diketahui Solo sudah lama tidak muncul penyair hebat sejak Wiji Thukul dan Sosiawan Leak”, jelasnya.
Dari total kuota 100 peserta yang disediakan oleh pihak panitia, 75 persen diantaranya sudah terisi. Dalam lomba tersebut nantinya akan terbagi menjadi dua kategori yakni kategori pelajar dan kategori umum. Tiap kategori memiliki kuota 50 peserta. Untuk karya yang disajikan didalam lomba tersebut bebas, namun harus membawakan karya dari WS Rendra. “Karyanya bebas asalkan itu dari WS Rendra”, ujarnya.
Sementara itu Yoni Kuncoro salah satu panitia, mengatakan akan ada 5 juri, yakni Budi Bodot Riyanto (Jaringan Teater Surakarta), Arifin Peceng (Teater Tesa), Yudi Dodok (Peron), Yoyok Aryo Seno (GKS), dan Lestari Cempluk (Sahita). “Dalam perlombaan ini ada dua spek penilaian yakni kreatifitas meliputi mimik, artikulasi, vokal, penampilan, dll. Dan Interpretasi yang meliputi pemahaman, isi, suasana, penjiwaan”, ujarnya.
Dilaporkan oleh Bram/Timlo.netFoto Terkait
Berita Terkait
Komentar Anda
Belum ada komentar

Tulis Komentar