Berita Terkini
- RSUD Surakarta Akan Lengkapi Kawasan…
- Truk Non Sembako Ngeyel Akan Ditilang…
- Pemudik Wajib Waspadai Pembiusan…
- Kantor Pelayanan Pemkot Tetap…
- Jadwal Realisasi DAK Dikhawatirkan…
- Taman Disperindag Awal Dari Kawasan…
- Walikota Sidak Pembangunan Taman…
- Susun Kliping gaya Anak Kampung…
- Jelang Lebaran, SMKN 4 Kebanjiran…
- H-4 Lebaran Pasar Masih Sepi
Berita Terpopuler
- Walikota Turut Mencoba BST
- Capai Kecerdasan Maksimal, Tujuan…
- Tunjangan Provinsi Guru WB Segera…
- Melepas Penat di Villa Park Banjarsari…
- Alunan Merdu Bengawan Solo Versi…
- Gereja Katolik Kecam Aksi Pembakaran…
- Pembuktian Aksi Blindreading GMC…
- Gerbong Khusus Wanita di Prameks…
- Hujan Gerimis Kirab Tumpeng Sewu…
- DAOP VI Lakukan Pengecekan dan…
Spesialis LO, Modal Jadi Putra Solo
Solo – Langkah awal menjadi seorang Liason Officer (LO) ternyata membuka peluang bagi Hanifan Fuadi Fathul Mubin, seorang mahasiswa FSSR UNS Jurusan Sastra Inggris untuk melenggang sukses dalam pemilihan Putra-Putri Solo 2010. Terbukti segudang kemampuannya dalam berhadapan dengan berbagai delegasi Internasional membuatnya berhasil memperoleh gelar Putra Solo 2010.
Menurutnya keinginan menjadi seorang Putra Solo muncul ketika ia tengah menjadi Liason Officer (LO) dalam perhelatan World Heritages Cities (WHC). “Waktu itu saya menjadi LO di WHC (2008) dan kemudian saya bertemu dengan Bu Febri dan mendapatkan tawaran dari beliau. Semenjak saat itu saya mulai tertarik ikut dalam pemilihan PPS, namun keinginan saya tertunda pasalnya setahun kemudian saya sibuk untuk menjadi LO di perhelatan SIPA, dan baru bisa tahun ini”, terangnya dihubungi Timlo.net via telpon.
Baginya dasar menjadi Putra Solo telah ia peroleh ketika ia menjadi LO di berbagai acara Internasional yang digelar di kota Solo. Pria ini tercatat pernah menjadi LO untuk APMCHUD, SIPA 2009, SIPA 2010, WHC, ASEAN COCI, beragam pengalaman menarik pernah ia alami bersama para delegasi Internasional selama ia menjadi LO, termasuk mempromosikan pariwisata. “Sejak menjadi LO saya sudah getol mempromosikan pariwisata di kota Solo kepada para delegasi asing yang datang di kota Solo dalam berbagai perhelatan event Internasional, dan itulah menjadi bekal awal saya untuk maju sebagai Putra Solo 2010”, pungkasnya.
Sebenarnya putra Pasangan M. Maulud Munif dan Siti Qodariah ini sebenarnya tidak mempunyai target untuk menjadi pemenang dalam pemilihan Putra-Putri Solo. “Saya sempat kaget ketika terpanggil menjadi pemenang, padahal sejak awal saya hanya berbuat terbaik dan tidak ingin memalukan orang tua”, jelasnya.
Keberhasilannya menyabet gelar Putra Solo 2010, bersama dengan Rachel Georgia Sentani tidaklah sampai disitu saja. Ia mengaku kedepan banyak hal yang akan dilakukannya bersama dengan anggota PPS untuk lebih bisa menyentuh masyarakat dari berbagai lapisan. “Saya ingin membuat sebuah pandangan baru kepada masyarakat, bahwa Putra-Putri Solo bukanlah kelompok Exclusive saja, namun bisa merengkuh berbagai lapisan masyarakat. Dan dalam waktu dekat ini saya berserta Rachel dan teman PPS 2010 dan paguyuban PPS akan menggelar kegiatan bakti sosial dalam rangka bulan puasa”, jelasnya.
Bagi pria kelahiran Solo, 22 November 1988, menjadi pemenang Putra Solo 2010 tidaklah membuat pria ini sombong, seperti sebuah peribahasa, seperti padi semakin berisi semakin menunduk, Ia tetap ingin mengajak para pemuda-pemudi di kota Solo untuk jauh lebih peduli terhadap kebudayaan dan pariwisata yang ada di kota Solo.
Dilaporkan oleh Bram/Timlo.netFoto Terkait
Berita Terkait
Komentar Anda
Belum ada komentar

Tulis Komentar