12 Mahasiswa Asing Belajar di Suryo Sumirat
Solo – Kota Solo menjadi jujugan pertukaran mahasiswa Internasional yang belajar di Sanggar Tari Suryo Sumirat. 12 mahasiswa yang berasal dari Negara Asia Pasifik ini akan belajar selama kurang lebih 3 bulan lamanya dalam program Beasiswa Seni dan Budaya. Menurut Riaz Saehu selaku perwakilan dari Kementrian Luar Negeri Republik Indonesia program beasiswa ini dilakukan dalam rangka menjaring persahabatan dengan wakil dari beberapa negara Asia Pasifik.
“Kami menyebutnya Friends Of Indonesia, dengan adanya mereka diharapkan semakin mempromosikan apa yang ada di Indonesia. Beberapa waktu yang lalu mahasiswa dari Afrika yang pernah mengikuti program ini membuat pentas di negaranya yang memadukan tari bali dan tarian di daerahnya. Hal semacam ini yang kami harapkan sehingga budaya Indonesia jauh lebih dikenal, “ terangnya kepada Timlo.net.
Program yang sudah dilaksanakan sejak tahun 2003 ini terus berkembang. Dahulunya hanya melibatkan 33 Negara sekarang sudah mencapai 64 Negara yang tersebar di Asia Pasifik. Riaz juga mengatakan tahun ini mahasiswa yang berjumlah 53 orang dibagi di empat wilayah yakni di Jawa Barat, Jawa tengah (Suryo Sumirat), Surabaya, dan Bali. “Nantinya setelah mereka menimba ilmu dari masing-masing tempat, mereka akan menampilkan sesuatu dalam acara yang kami beri judul Indonesia Channel yang bertujuan untuk menumbuhkan kebanggaan mereka serta memberikan kepada para anak muda Indonesia untuk lebih bisa melestarikan kebudayaan”, terangnya.
Riaz Saehu juga menambahkan ke-12 mahasiswa asing yang berasal dari Fiji, Fanoatu, Kiribati, Nauru, Samoa, Austria, Jepang, Korea, China, dan Azerbajian serta Indonesia ini tidak hanya mempelajari kesenian tari, musik, membatik semata namun juga lebih kepada esensi atau nilai-nilai yang terkandung dalam kebudayaan tersebut, sehingga rasa toleran, menghargai satu sama lain dapat timbul.
Sementara itu, GPH Herwasto Kusumo atau yang akrab dipanggil dengan nama Gusti Heru mengatakan bahwa ia menyambut baik kedatangan para mahasiswa asing tersebut. “Saya senang karena tambah sedulur. Kehadiran mereka disini tidak akan saya anggap sebagai murid tapi sebagai sedulur, dan itu saya tekankan pada para pengajar juga untuk menerapkan hal yang serupa”, jelasnya.
Gusti Heru berharap dengan adanya kunjungan 12 mahasiswa ini akan semakin mengangkat citra budaya Indonesia serta dalam rangka untuk mempromosikan Mangkunegaran dan Suryo Sumirat di mata publik Internasional.
Berita Terkait
Komentar
Tinggalkan Balasan
Berita Terkini
- Persis Waspadai Serangan Balik Pers...
- Amankan Libur Panjang, Polresta Sol...
- Liburan, Lalu Lintas di Klaten Pada...
- Bisnis Perumahan di Solo Kian Ramai
- Piye Iki! Ikut Rekam E-KTP, Warga H...
- Sruti Respati dan Puteri Indonesia ...
- Kerabat Keraton Pertanyakan Hasil R...
- Ibu Muda Jual Sabu-sabu Ditangkap d...
- LUIS Minta Densus 88 Perbaiki Tekni...
- UPTPK Sragen Belum Punya Kendaraan ...
- Aneh, Ular Piton Ini Kerap Menangis...
- Museum Samanhudi Diresmikan
- 3% Pelaku Ekonomi Adalah Konglomera...
- Napak Budaya Samanhudi, Puluhan Gun...
- Amir Ambyah: Banyak Koperasi di Sra...
Berita Terpopuler
- Selama di Jakarta, Jokowi Pilih...
- Akhirnya, Raja Kembar Solo Berdamai
- Kecelakaan Beruntun di Gembongan
- "Tukang Plat" Diberondong Tembakan
- Kecelakaan di Satelit Ngemplak, 1...
- Foto Rekonsiliasi Dua Raja Beredar
- Lha Ini, Akibat Merokok Sambil...
- 2 Raja Damai, Tedjowulan Pilih Jadi...
- Dua Raja Keraton Surakarta Bersatu
- Petinggi Universitas Ditahan
- Truk Gandeng Tabrak Dua Motor, 2...
- FPI: Kami Tak Ada Masalah dengan...
- Lanud Adi Soemarmo Jadi Kawah...
- Mobil Anggota TNI Nyemplung Jurang...
- Aneh, Ular Piton Ini Kerap Menangis...


SMKN 2 Wonogiri Serius Rakit Truk M...
Purwantoro Masih Mengandalkan Indus...
Sendang Sinangka Saksi Bisu Perjuan...
Potret Wonogiri Terekam Dalam Pamer...
Pameran Produk Unggulan Wonogiri Di...
Kenakan Beskap, Bupati Wonogiri Lan...
Pangeran Sambernyowo Bagi Wonogiri ...
Sayang ya, saya berada di solo hanya tiga hari (12,13 dan 14 agustus 2010). rencana ingin berkunjung dan memperdalam tari di mangkunegaran juga belum terlaksana. Saya sejak usia lima tahun sudah mulai belajar menari jawa gaya surakarta. Saya sekarang tinggal di Belanda dan ingin melestarikan kebudayaan indonesia. Oh ya saya juga bawa pakaian tarian lengkap seperti "KARONSIH, RAMA SINTA, GAMYONG''. Mudah2an dua tahun lagi kami datang.