• Jumat, 18 Mei 2012
Semua Jatuh Cinta Dengan Saya Karena Saya Seksi

Sebuah Persembahan Jarot Untuk Indonesia

Bram Dwi Atmanto - Timlo.net
Selasa, 24 Agustus 2010 | 16:50 WIB
  • Share
Dok. Timlo.Net/Bram
Adegan dalam karya Semua Jatuh Cinta Dengan Saya Karena Saya Seksi yang dibawakan oleh Jarot Budi di Pementasan Studio Taksu In Dreamer. (23/8)

Solo – Dewasa ini istilah Globalisasi, sudah bukan barang asing ditelinga masyarakat Indonesia. Namun adanya Globalisasi yang berarti sebuah pasar bebas ini tidak menjadi sebuah cemeti bagi pemerintah Indonesia untuk bersaing dengan negara-negara ASIA dalam meningkatkan ekonomi dan segala aspek kehidupan. Kenyataannya Indonesia sekarang terlampaui dengan negera ASIA lain seperti, Malaysia, Jepang, Korea, China, Vietnam. Situasi inilah yang melatarbelakangi Jarot Budi dalam pementasan Studio Taksu In Dreamer di Teater Arena TBJT Surakarta.

Ia, menampilkan sebuah repertoar berjudul Semua Jatuh Cinta Dengan Saya Karena Saya Seksi. Dalam repertoar tersebut, Jarot memberikan sebuah penggambaran lewat gerakan-gerakan tariannya ditengah puluhan bendera merah putih yang berkibar, tentang kalahnya bangsa Indonesia dalam bargaining dengan negara-negara lain. “Bangsa kita ini belum mempunyai posisi bargaining yang kuat. Malah justru kita terus disuguhi segala sesuatu dari negara lain, seperti musik dan film”, paparnya kepada Timlo.net usai pementasan.

Selain itu Jarot juga mengkawatirkan soal kekayaan alam Indonesia yang hanya bisa dijual tanpa bisa diolah oleh bangsa Indonesia. “Kekayaan alam Indonesia yang membuat mereka tertarik datang. Maka saya member judul Semua Jatuh Cinta Dengan Saya Karena Saya Seksi dalam karya yang saya tarikan tadi”, ujarnya.

Diakhir pementasan Jarot, ia menyajikan sebuah penggambaran yang mengundang decak kagum para penonton yakni ketika ia menangis ketika beberapa bendera negara Malaysia, Jepang, Korea, China, Amerika, Singapura, Vietnam muncul dan terlihat jauh lebih tinggi dari bendera Indonesia yang ada di bawah.

“Ini adalah bentuk sindiran saya, bahwa sekarang ini Indonesia kalah dengan negara-negara tersebut”, ujarnya. Pria kelahiran Boyolali tersebut mengatakan bahwa Indonesia harus belajar banyak dari negara-negara banyak agar mempunyai sisi bargaining yang tepat.

         

Berita Terkait

  • Tidak Ada Berita Terkait

Komentar

  1. PD

    Timlo ada ga jedwal pementasan teater di kota solo(yg akan datang)?

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*


*

 

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

iklan innity

google adsense

Minicaster Radio Playhead

To listen you must install Flash Player. Visit Draftlight Networks for more info.

iklan JS 300×125